RSS

Kebanggaan seorang Insinyur Jerman.

25 Agu

Minggu lalu saya mengikuti sebuah seminar disebuah aula besar yang luas
didalam Hotel Mewah dibilangan kawasan Mangga Dua. Seminar yang cukup
wah!. Tentang produk peralatan teknik canggih. Buatan Jerman.
Peralatan itu adalah peralatan yang digunakan untuk perakitan dan
perbaikan serta pengecekan barang-barang micro electronic. Seperti alat
untuk memasang processor atau microprocessor, dan komponen-komponen
micro electronic. Istilah umumnya dapat kita sebut saja sebagai “jeroan
computer”, atau yang lebih kecil lagi “jeroan handphone”. Kebayang kan
gimana rumit dan ruwetnya papan komponen atau “mother board” yang
ditempeli berbagai macam komponen berukuran sangat kecil itu, ditempel
dengan sisitim solder. Gimana masangnya? kayaknya Cuma semut yang bisa
mengerjakan pekerjaan benda-benda dengan ukuran yang sekecil itu!
Pembicara tunggal pada seminar itu adalah seorang insinyur yang
merangkap sebagai sales manager regional asia dan eropa. Dibantu oleh
dua orang assisten untuk kawasan asean, yang satu pria berkebangsaan
Thailand dan satunya lagi berkebangsaan India, tetapi mereka bermukim di
Singapura.
Ada sekitar lima produk canggih dan Hi-Tech yang ditawarkan, dan
beberapa peralatan pendukung atau perangkat tambahan. Menariknya, di
setiap akhir cerita tentang produknya, sang Insinyur itu selalu berkata
dalam bahasa inggris dengan aksen Jerman yang kental: Alat ini buatan
Jerman.
Ketika mempresentasikan produk microscope electronic yang kameranya
hanya sebesar batang lidi dan bisa masuk kedalam sela-sela komponen yang
sangat sempit, dan dilengkapi dengan lampu sorot sebesar jarum jahit,
dengan bangga dia mengklaim bahwa alat itu adalah alat terbaru dan
tercanggih dalam bidang microskop. System kamernya lebih canggih
daripada kamera yang digunakan untuk bedah di rumah sakit. Dan lagi-lagi
beberapa kali dia menyebut” itulah Jerman”. Harga alat yang sebaesar
duakali ukuran computer desktop tersebut sekitar 600 juta rupiah.

“Soal teknologi, anda tidak usah ragu! Kami adalah Negara Jerman”.
Dilayar moitor besar yang menjadi layarnya infocus, tergambar sebuah
perumpamaan. Gambar gerobak dan Mobil formula.
Produk terakhir yang dipresentasikan adalah peralatan solder (alat untuk
memanaskan timah penyambung komponen elektronik) dengan kemampuan
mendeteksi panas yang akurat dan kemampuan alat ini untuk menjaga
temperaturnya tetap konstan hingga dalam hitungan milidetik.
“intelegent- tools” namanya. “Alat yang pintar dan cerdas” begitu
kira-kira artinya. Peralatan tersebut juga hasil penemuan baru para
insinyur Jerman katanya. Dengan alat itu, kesalahan atau kerusakan pada
saat proses pemasangan komponen electronic yang sangat kecil dan
kaki-kakinya hanya sebesar rambut, atau prosessor seperti prosesor
‘intel pentium’ diatas mother board computer atau motherboard didalam
handphone akan dapat dihindari. Ngga percaya? Dia membukitkannya dengan
melihatnya melalui microskop canggihnya. Dan semua perserta yang sekitar
enampuluh orang berdecak kagum. Ckkk…ckkkk. …”that is Jerman!”
Kesombongannnya bertamabah lagi,
Dia mengatakan, ” Perlu anda ketahui bahwa alat sederhana untuk sebuah
solder ini sama dengan canggihnya system elektronik di mobil BMW seri
terbaru. Begitulah kami, jika ada teknologi baru yang canggih, kita
mengaplikasikannya disegala produk yang memungkinkan teknologi baru itu
dipasang: ya itulah Jerman, sebuah solder sebesar pulpen sama canggihnya
dengan system control mobil BMW terbaru. Anda tinggal sentuh sebuah
tombol, semua terkendali dan terukur dengan tepat secara digital.”
“Alat-alat kami dipakai diseluruh perusahaan perakitan handphone,
computer, produsen layer monitor LCD dan lain-lain. Nokia, Sony,
Samsung, Toshiba dan hampir semua perusahaan elektronik menggunakan
pelatan buatan kami. Jepang saja yang biasanya sangat tidak mau memakai
peralatan buatan eropa kini memakai peralatan kami. Yah karena kami
memang lebih unggul dalam hal teknologi ini”.
“Dalam industri global saat ini, material tidaklah menjadi hal utama,
karena kita semua menggunakan material yang sama, masalah biaya
ketenagakerjaan pun hanya sedikit perbedaannya. Tetapi kami, Jerman
memiliki kelebihan, orang-orang kami dan isinyur-insinyur kami selalu
lebih unggul. Ya itulah kelebihan kami. Memakai produk Jerman anda akan
mendapatkan produk berualitas tinggi dan terjamin mutunya”.
“Dalam penyambungan komponen electronic yang berukuran micro atau super
kecil, ada yang disebut dengan micro-crack atau retakan sangat kecil.
Karena pada komponen elektronik aliran listrik yang mengalir biasanya
dalam ukuran milliwatt, maka micro-crack akan sangat mempengaruhi fungsi
dari sebuah alat elektronik.”
Dan semua itu dibuktikan dengan gambling dan kasat mata, dengan alat
yang canggih.
Karena pengunjung atau peserta terdengar tertawa, dia jadi bersemangat.
Ya, dia berada diatas angin karena memang Jerman memang jauh lebih
unggul dalam bidang teknologi. Kebanggaannya akan teknologi dan kemajuan
bangsanya, kecanggihan dan keuletan para insinyurnya, memang tak perlu
diragukan.
Saya berkesempatan memeriksa beberapa peralatan yang sengaja dibuka
komponennya sehingga pengunjung dapat melihat apa yang ada diperalatan
itu. Ah…., ternyata materialnya adalah bahan-bahan yang selama ini
sudah sangat umum di dunia engineering (teknik), pelat nikel chrome
sebagai pembangkit panas, bubuk magnesium sebagai bahan penstabil, kawat
nikelin yang flexible dan fibergalas sebagai penyekat panas. Dan sebagai
pen atau batang solder yang mengalirkan panas, adalah kawat cooper alloy
ada yang berlapis campuran emas, perak atau chrom. Ya hanya itu yang
disebut alat intelligent tool. Benar-benar yang membedakan antara produk
yang ditawarkan dengan produk yang biasa dipasaran adalah “otak” sang
pembuat. Sang insinyur Jerman membuat barang-banrang itu jadi sangat
canggih. Alat yang konvensional dipasaran seharga 32.000 rupiah, dan
alat yang telah dibuat canggih itu seharga 3,5 juta rupiah. Sebuah nilai
tambah yang fantastis, ya, karena kepandaian orang yang merubahnya
menjadi alat yang canggih.
Katanya, di Jerman, semuanya adalah insinyur. Setelah itu terserah mau
jadi apa mereka. Maka jika ada seorang yang menjadi dokter gigi, maka
dia juga akan sangat tahu bagaimana membuat mesin kedokteran gigi yang
canggih ayang akan memmudahkan pekerjaannya. Hmmm saya jadi teringat
disainer pembuat kubah mesjid Nabawi yang berupa payung dan bisa kuncup
dan mengembang dengan presisi. Dan itu menjadi lambing kebanggaan Mesjid
Nabawi dari segi arsitekturnya. Perancang dan kontraktor pembuatnya
adalah seorang muslim berkebangsaan Jerman. Kalo tidak salah Mr Bodo,
namanya.
Ketika seminar berakhir, dan saya memperhatikan presentasi atau peragaan
penggunaan alat-alat yang dipromosikannya. Yah…memang Perfect. Itulah
Jerman.
Sayangnya sang insinyur yang sangat ramah dan sopan itu kemudian harus
buru-buru kembali ke negaranya, dan langsung ke swedia untuk seminar
yang sama, jadi saya tak sempat ngobrol. Dan pandangan ramahnya seolah
-olah mengatakan.
“Hey Indonesian, you stupid banget deh. Ada orang yang cerdas dan
pinter di jerman, bahkan dia bisa menyaingi para insinyur Jerman. Dia
adalah Mr Habibie, tapi ketika orang cerdas itu jadi presiden, kenapa
kalian ganti dengan orang yang tidak lebih pandai secara akademik dan
tidak lebih sempurna secara fisik?. Kalian bangsa yang aneh deh! Padahal
jika kalian dukung orang cerdas itu, maka dalam waktu sepuluh tahun
Negara kalian paling tidak, sudah bisa menyamai Jerman.”
“Tau ngga, jika ada teknologi baru, maka kita semua ramai-ramai
mengaplikannya disegala bidang Industri, kami sibuk saling
menyempurnakan. Tidak seperti kalian hey orang Indonesia, Cuma ramai
melulu ribut soal pilkada, demo, criminal dan tetek bengek lainnya”
Begitu kira-kira kesan dari seminar teknik tersebut. Hati saya menjerit
sedih ketika keluar dari ruang seminar. Sekelompok anak muda sedang
tawuran, dan saling pukul secara keroyokan. Hmmmm, seharusnya anak muda
itu adalah orang-orang cerdas yang akan membangun Indonesia, Oh
Indonesia.

swarahadiwirosa. (the technocrat)
Japri: hadiwirs@mattel. com, swara_hadiwirosa@ yahoo.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 25, 2008 in Cerita

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: