RSS

Penebang Pohon vs Gergaji Mesin

10 Sep

Dalam dunia investasi, terutama bermain saham, segala hal bisa terjadi dalam hitungan detik. Ada kemungkinan, bila Anda “beruntung” maka modal yang Anda gunakan akan menguntungkan Anda dengan keuntungan yang sangat RUARRR Biasa. Namun bila terjadi sebaliknya, maka dana Anda akan hilang tanpa berbekas. Lenyap bagaikan debu yang tersiram oleh hujan. Memang, dunia investasi bagaikan pedang dengan 2 mata tajam yang bila tidak disikapi dengan bijaksana, akan membawa dampak yang sangat bertolak belakang.

Karena itu,banyak orang yang berpikir seribu kali sebelum terjun dalam dunia investasi (saham). Selain karena resiko yang besar, juga adanya kenyataan bahwa bila ingin berinvestasi, dana yang dibutuhkan sangat besar. Tidak semua orang mampu untuk memenuhi salah satu syarat mutlak dalam dunia investasi ini. Juga yang tak kalah penting adalah MENTAL baja dalam menghadapi bebragai persoalan dan rintangan.

Namun sesungguhnya, seluruh pekerjaan ada resikonya. Baik resiko dalam artian materi, maupun resiko nyawa yang harus dipertaruhkan. Tinggal bagaimana Anda yang akan menjalaninya, meminimalisir resiko tersebut sehingga resiko yang didapat tidak terlalu besar. Sebagaimana sebuah senjata yang sangat amuh, tentu ada efek samping. Ada resiko yang mengikutinya. Dengan mempelajari cara penggunaan yang benar dan berhati-hati, senjata yang dimaksud dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan tanpa melukai pemakainya atau melukai dan mencelakakan orang lain.

Alkisah, hidup seorang penebang kayu profesional yang sangat rajin dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan pekerjaannya. Suatu hari dia berpikir bagaimana cara agar dia mampu menebang lebih banyak pohon untuk menghasilkan kayu yang lebih banyak, lebih rapi dan lebih cepat. Dia berpikiran untuk membeli kapak yang paling tajam dengan bahan baja lebih baik. Dengan gergaji tersebut, tentunya pekerjaan menebang sebuah pohon akan lebih mudah.

Kriteria alat yang dibutuhkannya tersebut, yang terbaik menurutnya, tentu menuntut harga yang juga tak sedikit. Maka mulailah dia menabung agar dapat “berinvestasi” dalam pekerjaannya. Setelah beberapa lama dia menabung, dirasa cukup dana yang dimiliki. Segera dia pergi ke kota dan segera menuju toko peralatan yang paling lengkap dan paling modern di kota tersebut. Dengan congkak dan tegas, dia meminta alat paling canggih dan paling tajam untuk menebang pohon. Diberikan seluruh uang yang ditabungnya itu dengan harapan dia mendapatkan yang terbaik.

Sang penjaga toko dengan sigap mengeluarkan sebuah kotak perkakas dan memberikannya kepada si penebang pohon dan mengatakan, bahwa itu adalah alat yang paling canggih yang pernah ada dan baru saja datang dari kota lain. Dia menjamin, si penebang pohon akan dapat menebang pohon ukuran raksasa dalam waktu 10x lebih cepat dari biasanya. Dengan bangga dan penuh kemenangan, pulanglah si penebang pohon ke hutan dan memulai pekerjaannya dengan lebih bersemangat.

Tak terasa 1 bulan berlalu, si penebang pohon kembali lagi ke toko peralatan dengan wajah marah, pakaian kotor dan tak beraturan. Dia membentak si penjaga toko yang pernah melayaninya dan mengajukan komplain terhadap alat barunya itu. Dia mengatakan bahwa dengan kapaknya yang lama, dia mampu menebang pohon raksasa dalam 5 hari. Sedangkan dengan alat barunya, yang dikatakan mampu bekerja 10x lebih cepat, dia menyelesaikannya dalam waktu 1 bulan.

Dia marah sekali dan merasa ditipu. Si penjaga toko keheranan dan berusaha menenangkan si penebang pohon. Kemudian bertanya bagaimana cara si penebang pohon menggunakannya. Si penebang pohon menjawab dengan ketus, bahwa dia menggunakan alat tersebut dengan cara mengayunkannya dengan sekuat tenaga, sama seperti penggunaan kapak pada umumnya. Si penjaga toko hanya dapat tersenyum dan akhirnya mengerti dimana letak kesalahan si penebang pohon.

Dengan tenang dia berkata bahwa alat tersebut tidak digunakan dengan cara diayun. Alat tersebut harus “dihidupkan” dahulu baru kemudian digunakan untuk memotong pohon karena alat tersebut ternyata GERGAJI MESIN.

Simpel bukan? Namun bila kita perhatikan, seperti itulah keadaan dan situasi kita saat ini. Begitu banyak “Gergaji Mesin” yang ditawarkan kepada kita untuk “memotong” pengeluaran kita. Namun tak sedikit dari kita, yang memakai alatnya tidak dengan tepat sehingga hasil yang diharapkan tidak tercapai malah mungkin merugikan. Banyak juga yang akhirnya tidak mau lagi banyak berharap dari alat yang sama. Kembali lagi ke hikmah dari cerita diatas. Bila kita mampu dan mau belajar untuk menggunakan “Gergaji Mesin” di sekitar kita dengan baik dan benar, tentu hasilnya akan baik. Tidak hanya untuk “memotong” anggaran saja, tetapi juga untuk membuat lingkungan dan kehidupan menjadi lebih baik.

Gimana caranya? Makanya, belajar donk…..Seperti kata ALLAH…. IQRO’ !!!!!!!!!!!

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Posted by pada September 10, 2008 in Bisnis, Cerita

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: